Persengketaan Blok Ambalat yang belum selesai sejak 2003 kalah pamor dengan kemunculan kasus Manohara Odelia Pinot. Kedua kasus ini sangat erat kaitannya dengan hubungan diplomatik Indonesia dengan negara tetangga Malaysia. Hal tersebut disampaikan Pengamat Hukum Internasional Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah, dalam diskusi mingguan di Warung Daun, Jakarta."Yahoo meng-cover Ambalat hanya ada 81, tetapi mengenai Manohara ada 2 juta. Hal ini menunjukkan, publik sudah terbodohkan," kata Teuku, Sabtu (6/6).
Menurutnya, Ambalat merupakan masalah serius yang harus ditangani. Namun, substansi hubungan bilateral, yang ditangani serius belakangan, justru dipengaruhi kasus Manohara.
Selain itu, konsep mengenai perundingan yang sedang dilakukan oleh pemerintah terkait kasus Ambalat juga tidak banyak diketahui oleh masyarakat.
"Publik sudah dibodohi, ke bawah masyarakat terbebani isu yang salah kaprah. Kita perlu pencerahan untuk penyelesaian masalah bilateral ini dengan cara yang santun," ungkap Reza.
Jakarta, kompas.com Sabtu, 6 Juni 2009
Pernyataan di atas dikutip dari website Kompas yang menyatakan bahwa kasus Manohara telah menyita perhatian publik daripada kasus nasional yakni tentang Ambalat. Dan pendapat dari Teuku Rezasyah, bahwa publik telah terbodohi. Mungkin itu benar karena walaupun kedua kasus itu menyangkut hubungan dua negara yang bertetangga (Indonesia - Malaysia) tetapi kasus Ambalat yang sudah terjadi sejak tahun 2003 penyelesaiannya terganggu oleh kasus Manohara yang mulai manjadi buah bibir belakangan ini.
Kamis, 11 Juni 2009
Kasus Ambalat & Manohara
Malaysia...Malaysia
Dari kemaren aku nonton berita di TV walau sambil lagi semesteran juga, tapi kenapa yak kebanyakan berita sekarang lagi gencar banget nayangin tentang negara tetangga kita. Kenapa banyak banget kasus yang melibatkan negara tetangga kita itu, mulai dari masalah TKI yang kayaknya tiap tahun selalu muncul, trus yang baru belakangan ini kasus Manohara dan yang belom selesai - selesai, kasus AMBALAT.
Sebenernya siapa sih yang salah? orang - orang sana, atau hukum dan peraturan negara kita yang belom kuat sepenuhnya. emang ga ada yang sempurna dalam apa saja yang dipegang manusia termasuk masalah hukum, tapi setidaknya para pemerintah dan staf yang mendukung mereka bisa membuat hukum yang melindungi bangsanya. Memang menurut saya pribadi membuat batas dengan negara lain dalam kondisi negara yang bentuknya kepulauan memang sangat sulit, karena dalam batas laut kita tidak bisa membuat patok atau tanda yang jelas sebagai tanda batas, tapi setidaknya bisa dibuat kesepakatan - kesepakatan yang jelas tentang batas negara sendiri dengan negara tetangga.
Dan seharusnya apabila batas yang disepakati itu sudah jelas, harus diketahui dan dihormati oleh kedua belah pihak kalau bisa juga kesepakatan itu tertulis dan ada saksi dari kedua belah pihak. Saya yang melihat hal itu sangat menyayangkan bahwa dua negara yang seharusnya bertetangga bisa terlibat bentrok yang hasil paling parahnya adalah perang.
Sebenernya siapa sih yang salah? orang - orang sana, atau hukum dan peraturan negara kita yang belom kuat sepenuhnya. emang ga ada yang sempurna dalam apa saja yang dipegang manusia termasuk masalah hukum, tapi setidaknya para pemerintah dan staf yang mendukung mereka bisa membuat hukum yang melindungi bangsanya. Memang menurut saya pribadi membuat batas dengan negara lain dalam kondisi negara yang bentuknya kepulauan memang sangat sulit, karena dalam batas laut kita tidak bisa membuat patok atau tanda yang jelas sebagai tanda batas, tapi setidaknya bisa dibuat kesepakatan - kesepakatan yang jelas tentang batas negara sendiri dengan negara tetangga.
Dan seharusnya apabila batas yang disepakati itu sudah jelas, harus diketahui dan dihormati oleh kedua belah pihak kalau bisa juga kesepakatan itu tertulis dan ada saksi dari kedua belah pihak. Saya yang melihat hal itu sangat menyayangkan bahwa dua negara yang seharusnya bertetangga bisa terlibat bentrok yang hasil paling parahnya adalah perang.
Langganan:
Komentar (Atom)